Mencintai Dengan Hati

Mencintai Dengan Hati
Hatiku kan ku pelabuhkan untuk satu orang. Kala tiba saatnya nanti aku bersandirng dengan pujaan hati, ku ingin pujaan hatiku memiliki hati sebening tetesan embun di pagi hari

Rabu, 13 Januari 2010

Kematian seseorang bukan penghalang dalam melanjutkan perjuangan

Perjuangan seorang sahabat yang sebelumnya berkata "....kalau saja meninggal itu boleh di tawar,aku ingin meninggal saat aku berada pada sebuah mesjid saat keadaan fisikku suci, kalaupun tidak aku ingin meninggal saat melahirkan anakku kelak"... Subhanallah... Allah maha mendengar, semua terjadi atas kehendak-Nya, AllahuAkbar... sahabatku meninggal saat dirinya melahirkan anak pertamanya dari hasil pernikahannya tanggal 01 Juni 2008 tahun kemarin. Paras cantiknya telah tertutup kain kafan, namun senyum manisnya tetap terpancar meski nyawanya telah tiada, kini canda guraunya hanya sebuah kenangan manis yang kan selalu ku kenang... sementara jasadnya terkubur, suaminya terus berjuang demi anaknya yang terlahir dengan selamat, dengan dorongan dari keluarganya dia terusberusaha menjadi seorang Ayah sekaligus berposisi sebagai seorang ibu yang harus mendidik dan membesarkan anaknya itu. Subhanallah...
Allah SWT akan memberikan cobaan kepada hambanya yang terpilih, hambanya yang mampu menjalani semua ujian dan cobaan kehidupan demi meraih kesuksesan dunia dan akhiratnya, jalan terbaik selalu di peruntukkan bagi hambanya yang selalu berserah diri. semoga kisah sekilas tentang sahabatku ini memberikan semangat bagi kita untuk terus berusaha menjadi yang terbaik, dan menjadi seseorang yang selalu berserah diri serta tak kenal putus asa.
Pernikahan bukanlah akhir dari cerita kehidupan, teruslah berjuang demi mendapatkan kebahagiaan yang selalu menunggu kita di depan mata. Semoga dengan kisah ini kita menjadi Orang2 pilihan yang Jempolan. Amin (^_^)

_Novi Susilawati;in memory_ semangatmu akan selalu ku contoh_

Tidak ada komentar: