Bagiku, kesetiaan adalah kunci yang paling berharga dalam kehidupan. Namun aku sekarang mendapat defenisi terbaru akan arti dari kesetiaan setelah ku berkenalan dengan seseorang.
Tahun ini, tepatnya tahun 2010, adalah tahun dimana ku akan menginjak usia baru. Bukan hanya usia saja, namun yang aku harapkan, semua keinginan yang belum tercapai akan terwujud pada tahun ini. 2010 ini, aku masih berhubungan dengan seseorang yang jaraknya cukup jauh (LONGDISTANCE). Rasa syukur ini selalu aku panjatkan, atas kelanggengan hubungan kami walaupun terpisahkan oleh jarak. Aku selalu menjaga kesetiaanku untuknya. Semua keluarga dan temanku mengetahui bahwa aku berhubungan dengannya.
namun, Aku tak menyangka, selentingan kabar buruk datang padaku. Ternyata, laki-laki yang aku harapkan jadi pemimpin keluargaku kelak sangat senang mengkoleksi perempuan. Semua perempuan yang dekat dengannya selalu di abadikan melalui camera pada handphone nya. Ada seorang temannya berbicara padaku, bahwa dia sering main perempuan, bahkan temannyapun adalah seorang yang dulu katanya pernah dekat dengannya. Pergaulannya sangat bebas. Namun di depanku, dia sangat Agamis, selalu belaga berpendidikan jebolan luar negeri, karena dengan berbagai bahasa yang dia kuasai.
Rasa sakit hati dan di khianati sebagai orang yang sealu setia padanya kerap muncul, ketika banyak selentingan yang hinggap.
Kadang terfikir olehku, dia hanya ingin mempermainkanku dan ingin di cap bahwa dia seorang laki-laki yang bisa dengan mudah mendapatkan wanita yang dia inginkan. (PLAYBOY).
"Feb, udah tau keluarganya belum? dia katanya sudah nikah 2 tahun kemarin"
Pertanyaan itu di lontarkan oleh salah satu temannya juga, Yaa Allah, mana yang terbaik???
setelah ku fikir, ada benernya juga, aku belum mengenal keluarganya, padahal hubungan udah mau 2tahun. 1 orang dari pihak keluarganya pun belum pernah ketemu dan tau, padahal ada sodaranya juga yang jaraknya tidak jauh dari rumahku. Namun, setelah aku telusuri pada keluarganya itu, ternyata benar, dia udah nikah, dan istri dan dia sendiri pernah berlibur dan tidur di rumah sodaranya. Entah itu nikah sirri ataupun nikah Negara. Sampai saat ini tak ada komentar darinya, pun kalau ku tanyakan dia memaki dan memarahiku, dengan alasan selalu membawa masalalunya dalam hubungan ini.
Spontan air mata kadang bercucuran, menangisi nasib yang selalu di khianati.
Seorang sosok yang pintar, agamis, keluaran pesantren dan lulusan Luar Negeri ternyata berkelakuan seperti itu. Tak ada keterbukaan darinya, dan tak ada kejujuran lagi darinya. 1 tahun lebih entah aku di anggap apa olehnya, yang jelas jika aku meminta sesuatu dengan tujuan bukti keseriusan, dia selalu menjawab "BANYAK NUNTUT".
Dari kata-kata itu, kepercayaanku padanya lambat laun berkurang, malas sekali untuk merespon telepon dan sms dia. Kata-kata rayuan selalu di kirimkan melalui SMS. namun itu udah tak ada artinya lagi bagiku. Kepercayaanku telah disalahgunakan.
Kesetiaanku kini hanya kenangan, tak ada penghargaan apapun dari kesetiaan ini.
Harapan sirna, hatiku tergoncang dan tak ada lagi keinginan untuk bersama denganya.



1 komentar:
amin.........
moba mendapatkan yang lebih baik :D
btw....
curhat di blog nih..
kade ah jiga prita.. hehehe
Posting Komentar